Investor Factsheet

Berdiri pada tahun 2009, PT Perintis Triniti Properti Tbk (“Perseroan”) memulai perjalanannya melalui pengembangan lahan seluas ±5 hektar, yaitu proyek Ubud Village, yang menjadi fondasi awal pertumbuhan Perseroan sebagai pengembang properti dengan fokus pada kualitas produk, inovasi desain, dan nilai investasi jangka panjang. Seiring perkembangan, Perseroan secara konsisten membangun portofolio proyek yang relevan dengan kebutuhan pasar serta memperkuat positioning sebagai boutique developer dengan pendekatan pengembangan yang selektif dan bernilai tambah.

Momentum pertumbuhan Perseroan mulai terlihat sejak tahun 2014 melalui pengembangan proyek-proyek ikonik seperti Brooklyn Apartment dan Yukata Suites, yang memperkuat reputasi Perseroan di segmen hunian premium dan mixed-use. Keberhasilan proyek-proyek tersebut menjadi landasan bagi Perseroan untuk memasuki fase ekspansi dengan menyiapkan proyek berskala lebih besar.

Pada tahun 2018, Perseroan mempersiapkan pengembangan Collins Boulevard dengan nilai proyek sekitar Rp2,05 triliun yang terdiri dari dua tower hunian dan area komersial terintegrasi. Selanjutnya pada tahun 2019, Perseroan memulai pengembangan kawasan superblock Marc’s Boulevard di Batam dengan estimasi nilai proyek sekitar Rp5 triliun di atas lahan ±23 hektar yang dirancang sebagai kawasan mixed-use dengan lima distrik pengembangan terpadu.

Memasuki tahun 2021, Perseroan memperluas portofolio dengan mempersiapkan Holdwell Business Park di Lampung sebagai kawasan modern business park yang ditargetkan menjadi pusat bisnis dan komersial strategis di wilayah Sumatera. Pada periode yang sama, Perseroan juga mengembangkan Sequoia Hills di Sentul yang mengusung konsep “A Breathing City”, yaitu kawasan hunian terpadu dengan lingkungan asri, fasilitas modern berskala kota, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan.

Di luar proyek berjalan, Perseroan terus menyiapkan pipeline jangka panjang, termasuk pengembangan kawasan pariwisata premium TanaMori di Labuan Bajo yang dirancang sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis keberlanjutan dan mixed-use tourism development. Proyek ini mempertegas strategi diversifikasi Perseroan ke sektor pariwisata dan kawasan terpadu berskala besar.

Secara keseluruhan, Perseroan saat ini memiliki portofolio pengembangan di berbagai kota utama di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Lampung, Batam, dan Labuan Bajo, dengan total nilai pengembangan mencapai puluhan triliun rupiah serta ribuan unit residensial dan komersial dalam pipeline pengembangan.

Dalam rangka memperkuat arah strategis jangka panjang, Perseroan juga menyambut masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai strategic partner baru. Kehadiran strategic partner ini diharapkan dapat memperkuat jaringan strategis, meningkatkan visibilitas institusional, serta mendukung pengembangan proyek-proyek berskala besar dan berorientasi jangka panjang. Masuknya strategic partner tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan Perseroan serta menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memperkuat struktur permodalan, memperluas pipeline proyek, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Ke depan, Perseroan akan terus berfokus pada optimalisasi proyek berjalan, monetisasi pipeline, penguatan struktur permodalan, serta pengembangan proyek berkonsep berkelanjutan dan bernilai investasi tinggi guna mendorong pertumbuhan yang disiplin dan berkelanjutan.